Seorang sahabat dari Jepang bernama Kensuke, berkunjung ke rumah saya sekitar Februari 2009 lalu. Sebagaimana layaknya kebiasaan orang Jepang, mereka selalu memberikan oleh-oleh bagi pihak yang dianggapnya dekat atau memiliki relasi kuat dengan mereka. Ken, demikian saya menyapanya,
membawakan saya oleh-oleh yang berkaitan dengan produk bakery. Yang pertama bernama Tokyo Banana dan yang kedua bernama Mont Blanc. Saya tersenyum saat dia menyerahkan kedua hadiah yang indah tersebut. Menurut Ken, karena profesi saya sebagai Chief Editor majalah BAKERY INDONESIA, maka dia berinisiatif membawakan oleh-oleh yang berkaitan dengan bakery product, sehingga saya pasti mengapresiasi hadiahnya. Saya katakan, bukan sekedar apresiasi, malahan saya akan menampilkan gambar cake tersebut beserta cerita dari masing-masing cake, sebagai bahan inspirasi ide bagi para usahawan bakery kita. Ken tersenyum lebar-dan meminta saya mengirimkan BAKERY INDONESIA ke Tokyo, saat memuat artikel oleh-olehnya.
TOKYO BANANA
Tokyo Banana merupakan sejenis sponge cake yang dibentuk persis seperti pisang dan seukuran pisang. Di dalam sponge cake tersebut terdapat isi / filling dengan tekstur seperti custard. Isi ini memiliki aroma pisang dan terasa seperti pisang yang sangat lembut sekali. Saat dipadu padankan dengan tekstur sponge cake yang kita kunyah, moist dari bahan isi sangat kuat dibandingkan sponge cakenya sendiri. Setiap potong Tokyo Banana dikemas secara individual. Ada Tokyo Banana yang memakai sponge cake cokelat. Setiap potong cake Tokyo Banana diberi alas plastik untuk menjaganya agar tidak hancur saat terkena tekanan secara tidak sengaja. Kemudian setiap kemasan individual plastik akan dijajarkan sebanyak 5 buah Tokyo Banana warna kuning dan 5 buah yang warna coklat. Selanjutnya kesepuluh Tokyo Banana tersebut dikemas lagi dengan kemasan kardus yang mewah dan indah khas cara Jepang mengemas produknya. Tidak lupa di dalam kemasan kardus diselipkan tulisan dalam bahasa Jepang yang kira-kira berbunyi : “Saat pengunjug datang dari berbagai belahan dunia ke Tokyo, mereka selalu ingat akan daerah asalnya. Maka Tokyo akan membawa mereka ke rumahnya kembali dengan Tokyo Banana”. Gerai penjualan Tokyo Banana cukup tersebar, ada yang juga buka di stasiun Kereta Api Tokyo Station. Harga satu kotak Tokyo Banana senilai 1.500 Yen dan selalu laku keras. Omset dari penjualan Tokyo Banana untuk hanya di gerai Tokyo Station diperkirakan mencapai 1,5 juta Yen per hari.
(Lanjutan dari artikel ini dapat dibaca di majalah BAKERY INDONESIA edisi Juni 2009)























Mau nanya, kalo japanese cheese cake (cotton soft cake) pernah dibahas ga di bakery magazine, saya perlu infonya…. kalo berikut fotonya juga boleh…
makasih.