Jakarta selatan memiliki ciri khas dengan nuansa kelas atas yang memang elitis. Jika kita memasuki daerah Kemang dari Jalan Bangka Raya sampai ke arah Jalan Ampera Raya, maka di area tersebut dikepung dengan aneka kafe, resto dan bakery-bakery yang bentuk rotinya khusus untuk kaum bule. Roti-roti jenis French bread, English bread and muffin atau cake dengan bahan-bahan dasar asli dari Belanda bisa ditemui di Kemang. Yang lebih ekstrem adalah Healthy Choice Resto, Bakery dan Supermarket yang menyajikan aneka panganan yang semuanya terjamin dan tersertifikasi kualitas kesehatannya. Produk organic, gluten free, low calorie atau sugar free, bertebaran di rak-rak berkelasnya. Bahkan jika anda peduli dengan diet golongan darah, maka silahkan saja mampir ke Healthy Choice untuk disajikan menu diet yang pas dengan kebutuhan nutrisi seimbang tubuh anda. Lain lagi ketika kita menginjakkan kaki di “bumi Little Tokyo”, atau daerah Blok M dan Melawai sampai ke arah Bulungan. Di area tersebut hadir aneka supermarket yang bergabung dengan Bakery-bakery atau Cake shop khusus untuk kalangan etnis Jepang. Mereka memang membidik pasar sekitar tujuh ribu orang Jepang yang masih bermukim di Jakarta dan rata-rata tingal di selatan Jakarta. Jumlah tujuh ribu jiwa Jepang tadi memang sudah menyusut banyak sejak kerusuhan tahun 1998, saat Jakarta ditinggalkan berbagai etnis kaya raya, yang khawatir akan keselamatan jiwa mereka. Bagaimanapun pasar berdaya beli tinggi tersebut memang terlalu menggiurkan untuk dilewatkan. Matsuya group, yang merupakan importer perdagangan produk-produk pangan dari Jepang melihat celah pasar ini dan menghadirkan supermarket Papaya dan bakery Komugi. Cerita sukses mengiringi usaha bakery ini, bahkan mereka sudah punya 4 gerai di Surabaya dan 1 gerai di Bali, selain gerai pusat di Melawai Raya.
Healthy Choice
Seratus Persen Bahan Organik
Healthy Choice yang terletak di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, memproduksi produk-produk pastry and bakery yang sangat berbeda dengan bakery-bakery lain. Seluruh bahan yang digunakan untuk pembuatan produknya adalah bahan yang organik. Tepung, gula, telur, butter dan susunya organik. Tidak ada bahan pengawet dan chemical lainnya. Tidak ada zat pewarna, pelembut dan pengembang adonan. “Konsumen kami kebanyakan adalah mereka yang freak dengan bahan makanan organik. Selain itu, kami juga melayani permintaan khusus menyediakan produk untuk konsumen yang masalah kesehatan khusus, seperti penderita diabetes dan autis,” jelas dokter Angela dari Healthy Choice. Walaupun produk yang dihasilkan adalah produk-produk khusus, Healthy Choice selalu berusaha memenuhi kebutuhan pelanggannya. Mereka juga sangat variatif, sehingga pelanggan tidak merasa bosan. Jenis produk bakery dan pastry yang mereka produksi jumlahnya mencapai sekitar 300 item. (Lebih lengkapnya dapat dibaca di Majalah BAKERY INDONESIA Edisi Juli 2008)
The Harvest
Spesialis Coklat Meraih Loyalitas
Cake Shop The Harvest menguasai wilayah selatan Jakarta untuk aneka cake & chocolate product. Tiga outlet tersebar di kawasan Senopati, Pondok Indah, dan Darmawangsa. Dua outlet lainnya di Menteng (Jakarta Pusat) dan Kelapa Gading (Jakarta Utara) untuk menjawab tuntutan pelanggannya yang terus bertumbuh pesat. Semua outlet dirancang dengan desain yang modern dan minimalis. Lal De Silva sang pendiri sekaligus Presiden Director The Harvest berencana akan menambah hingga 50 outlet dalam periode lima tahun ke depan. Maklum, produk-produk The Harvest telah mendapat tempat di hati para penikmat cake, roti, dan coklat. Selain nikmat, produk The Harvest juga tertata cantik di kemasan berkelas. De Silva memang bercita rasa tinggi dalam merancang semua produk dan kemasannya. Mr. Lal, begitu dia biasa disapa, tidak pernah membayangkan kalau bisnis patissier dan chocolatier yang dimulainya pada tahun 2004 akan berkembang pesat seperti sekarang. Saat mendirikan The Harvest, pria berdarah Srilanka ini hanya memikirkan bagaimana membuat produk terbaik untuk pelanggan.“Saya tidak berfokus hanya pada bagaimana bisa mendapatkan uang, tapi terutama bagaimana saya bisa membuat produk yang disukai pelanggan. Pencapaian yang menggembirakan ini merupakan hasil dari sebuah proses penuh ketekunan yang dilakukan bersama-sama. (Lebih lengkapnya dapat dibaca di Majalah BAKERY INDONESIA Edisi Juli 2008)
Komugi
Bakery Spesialis Konsumen Jepang
Tujuh ribu orang Jepang ikut memadati kota Jakarta. Mereka juga perlu memenuhi kebutuhan pangan yang variatif, termasuk aneka produk bakery. Di Selatan Jakarta, ada beberapa bakery yang secara khusus menyediakan roti-roti ala Jepang. Di kawasan Melawai Raya No 28, ada Komugi Bakery yang 90% konsumennya adalah orang-orang Jepang. Letak Bakery ini berada di dalam supermarket Papaya, yang juga menjual sebagian besar produk-produk untuk orang Jepang.Komugi Bakery menjual aneka produk roti dan cake yang berfokus pada Japanese Bread style. Baik bentuk dan isi disesuaikan dengan selera masyarakat Jepang. French bread yang dibuat Komugi Bakery adalah salah satu terbaik yang dihasilkan dengan tingkat originalitas bagus. Ini tentunya untuk mengimbangi tuntutan kualitas produk dari konsumen Jepangnya. “Orang-orang Jepang banyak yang tinggal di sekitar wilayah Melawai,” kata Hartono Omar, Operational Manager Komugi. Namun ekspatriat dari negara lain juga ada yang menjadi pelanggan bakery ini.Untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang sangat kritis pada bahan-bahan makanan sehat, Komugi pun memutuskan untuk membuat seluruh produknya dari butter, bukan mentega. (Lebih lengkapnya dapat dibaca di Majalah BAKERY INDONESIA Edisi Juli 2008)
Happy Bakery
Membuat Para Pelanggan Happy
Happy menyediakan lima jenis lapis legit spesial, yaitu prunes, moka, moscovis, keju, dan kenari. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 135 ribu – 530 ribu. Keistimewaan lapis legit mereka adalah teksturnya yang empuk, bentuk bagus, rasa bumbu yang sangat khas, terasa lembut dan lezat di mulut tanpa rasa berminyak yang berlebihan. Cita rasa lapis legit yang diproduksi Happy sulit dibandingkan dengan produk-produk lapis legit lainnya.
“Bahan yang kami gunakan murni semua, sama sekali tidak memakai essence,” kata Gunaifi yang ditemui BAKERY INDONESIA di tokonya yang terletak di Jl. H. Nawi, Jakarta Selatan. Pembeli dari Malaysia, Singapura, Belanda, dan beberapa negara lain kerap memadati toko yang asri itu. Keberhasilan Happy merupakan buah kerja keras yang dilakoni Gunaifi, Tjendra, dan putra-putri mereka. Usaha ini dimulai dengan modal yang pas-pasan. Saat itu, mereka hanya mampu menyewa sebuah kamar kecil. Terpaksa, pembuatan lapis legit pun dibuat di depan rumah. Mereka juga harus tidur di antara bahan baku lapis legit. Gunaifi harus menawarkan lapis legitnya dari satu toko kue ke toko lain. “Pada awalnya, kue kami ditolak karena toko-toko kebanyakan sudah mempunyai pemasok langganan. Saya membujuk mereka untuk memberi kesempatan,” tutur Gunaifi yang di usia senjanya masih terlihat bersahaja. Dia menitipkan kue di toko-toko yang tersebar di Pasar Cikini, Senen, Kota Pancoran, Blok M, dan Mayestik. (Lebih lengkapnya dapat dibaca di Majalah BAKERY INDONESIA Edisi Juli 2008)
Seven Grain
Bakery Spesialis Konsumen Jepang
Sejumlah bakery bisa Anda temukan di sepanjang Jalan Mampang Prapatan Raya. Tapi, Seven Grain lah yang terlihat paling mentereng. Bukan hanya gedung yang mereka tempati, tapi produk-produknya pun mempunyai kualitas tinggi. Produk andalannya adalah bermacam cake bergaya Western, croissant dan danish pastry. Selain itu, berbagai cookies juga ditawarkan dalam kemasan yang cantik. Seven Grain semula hanya menjadi pemasok roti dan kue ke beberapa restauran dan kafe yang tersebar di beberapa tempat. Semula mereka berkantor di daerah Cikarang dan waktu itu lebih fokus pada produk roti untuk hotdog dan hamburger. Setahun kemudian, yaitu pada tahun 2001, mereka pindah ke Jalan Mampang Prapatan no.19. Di tempat itu, mereka mulai mengembangkan jenis produk yang dipasarkan. Beberapa jenis cake dan roti sudah mulai mendapat tempat di hati para penggemarnya. Tahun 2005, mereka pindah ke tempat yang ada sekarang ini, Jalan Mampang Prapatan Raya 1. Seven Grain merupakan usaha patungan Lili Widjaya dengan Lal De Silva, pemilik The Harvest Cakeshop. Perpindahan ini ternyata menambah luas pasar Seven Grain. Pelanggan loyal tidak hanya datang dari kawasan sekitar, tapi juga dari daerah-daerah lain yang cukup jauh seperti Cibubur, Sunter, dan Grogol. (Lebih lengkapnya dapat dibaca di Majalah BAKERY INDONESIA Edisi Juli 2008)























Leave a reply